KEGIATAN PASARAN/SANLAT: SANTRI PESANTREN NURUL HUDA CIBURANG


Pasaran Kitab Kuning Selama 20 Hari

Memasuki bulan suci Ramadan 2026 (1447 H), Pondok Pesantren Nurul Huda Ciburang kembali menghidupkan tradisi keilmuan klasik melalui kegiatan Pasaran atau Pesantren Kilat (Sanlat). Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama 20 hari penuh, mulai dari tanggal 1 hingga 20 Ramadan, ini menjadi magnet bagi para pencari ilmu dari berbagai daerah.

Kaji Literatur Klasik dan Metode Kontemporer

Tahun ini, kurikulum pasaran di Nurul Huda terbilang sangat komprehensif. Para santri tidak hanya diajak mendalami aspek spiritual, tetapi juga penguatan tata bahasa Arab dan etika menuntut ilmu. Beberapa kitab monumental yang dikaji antara lain:

  • Ta’limul Muta’allim
  • Nasoihul Ibad.
  • Mutamimah Al-Ajurumiyah 
  • Alfiyah Ibnu Malik.
  • Uqudulujain.
  • Amsilati (Metode akselerasi membaca kitab kuning).
  • Taysirul Kholak.

Dibimbing Langsung oleh Putra Sesepuh

Kualitas keilmuan dalam kegiatan ini dijaga ketat dengan hadirnya dua narasumber utama yang merupakan figur sentral pesantren. Keduanya adalah putra dari Sesepuh Pesantren Nurul Huda:

  1. KM Husni AM (Aa Araka): Sebagai putra pertama, beliau membawa kedalaman sanad dan pengalaman dalam mengupas kitab-kitab berat seperti Alfiyah DAN FIQIH.
  2. KM Basri Nurhasan (Aa Rayi): Sebagai putra bungsu, beliau dikenal energik dalam menyampaikan materi, dengan keanggunan dan kearifannya

"Kegiatan ini adalah upaya kami menjaga estafet keilmuan salaf sekaligus mengisi bulan mulia dengan kemuliaan ilmu," ujar perwakilan panitia di lokasi.

Antusiasme Tinggi: Lebih dari 100 Santri Bergabung

Meski dijadwalkan secara intensif, minat santri tidak surut. Tercatat lebih dari 100 santri mendaftarkan diri, baik dari kalangan internal pesantren maupun santri "kalong" yang datang khusus untuk mengikuti program Ramadan ini. Suasana khidmat tampak menyelimuti aula pesantren saat bait-bait Alfiyah mulai dilantunkan secara klasikal.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang mutafaqqih fiddin (paham agama) serta memiliki adab yang luhur sesuai tuntunan kitab-kitab yang dikaji.

dan semoga PESANTREN NURUL HUDA semakin maju dan tetap menjaga kebiasaan ulama salaf, amiin


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARI SANTRI TIDAK PUNYA MENJADI GURU UMMAT